Direktur

Foto-foto kebun raya Bogor

kebunraya 

museumetnobotani
Gedung Museum Etnobotani
Perlengkapan Museum

 

Kebun Raya Bogor Bunga Bangkai 

Anggrek

Daya tarik

Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum)
Bunga ini pada saat akan mendekati mekar, akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Tinggi bunga ini dapat mencapai setinggi 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter dan merupakan bunga majemuk terbesar didunia tumbuhan.

Pohon Leci (Litchi Chinenis)
Pohon tertua yang ada di Kebun Raya Bogor adalah Pohon Leci dari China. Pohon ini ditanam pada tahun 1823, letaknya didekat danau Kebun Raya Bogor.
Tak jauh dari danau terdapat Patung Putri Duyung dan Patung Tangan Tuhan, yang merupakan duplikat dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm.

Bunga Fragnant Frangipani
Bunga Fragnant Frangipani, akarnya selalu keluar dari tanah.

Bunga Lily Jawa
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi Bunga Lily Jawa yang sudah langka.

Pohon Raja
Pohon ini asalnya dari Kalimantan. Disebut Pohon Raja karena Raja di Kalimantan suka mengoleksi pohon ini, yang gunanya dapat untuk menarik lebah dan diambil madunya.

Kelapa Sawit
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup hingga sekarang.

Rumah Kelelawar
Terdapat pohon besar yang sudah tua, yang menjadi rumah tempat kelelawar bergelantungan.

Bunga Bangkai

Bunga Bangkai

Bunga bangkai
( Katherine Philip) 

Bunga_bangkai

Alam : Plant
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Order : Alismatales
Keluarga : Araceae
Genus : Amorphophallus
Spesies : A. titanium
Nama binomial : Armophallus titanium

Bunga bangkai sekarang telah tersebar di berbagai tempat di penjuru dunia, terutama dimiliki oleh kebun botani atau penanam khusus. Di Amerika, bunga yang muncul seringkali diberi julukan atau nama tertentu dan selalu menarik perhatian banyak pengunjung. Uniknya banyak pengunjung datang untuk “menikmati bau”nya. Bunga bangkai biasanya terdapat di Sumatra, Indonesia.

Bunga bangkai terkenal sebagai tumbuhan dengan bunga majemuk yang terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. Ada 170 spesies bunga bangkai. Di Indonesia terdapat 25 jenis, diantaranya yaitu Amorphophallus titanium ( gambar 1 ) dan satu jenis lagi Rafflesia arnoldi ( gambar 2 ). Spesies Amarphophallus Tittanium merupakan jenis tumbuhan monokotil (berbiji tunggal), sehingga spesies bunga bangkai jenis ini berbeda dengan bunga bangkai spesies Rafflessia Arnoldi. 

Bunga_bangkai
Gambar 1
Bunga bangkai di kebun raya cibodas
Difoto pada hari Minggu, 13 Mei 2007.

Bunga_bangkai
Gambar 2

Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai (Amorphophalus titanum) karena saat-saat mendekati mekar akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.
Pada tanggal 19 Desember 1992, ditanamlah bunga bangkai jenis bunga bangkai Amorphophalus titanum Becc (Araceae atau suku talas-talasan) di kebun raya bogor . Bunga ini berasal dari Muara Aimat – Jambi, dengan berat umbi 30 kg. Pada tanggal 5 februari 1994, muncul tunas bunga, kemudian pada tanggal 9 Maret 1994 tingginya telah mencapai 1 meter. Lima hari kemudian tinggi tanaman ini bertamah menjadi 1,5 meter. Karena tanaman ini termasuk langka, maka tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan dikembangbiakkan. Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau busuk, yang bertujuan sebenarnya untuk menarik kumbang dan lalat bagi pendembungaan bunganya.
Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga rasmi bagi Provinsi Bengkulu. Tumbuhan ini memiliki dua fasa dalam kehidupannya yang muncul secara bergilir, fasa vegetatif dan fasa generatif. Pada fasa vegetatif muncul daun dan batang semuanya. Tingginya dapat mencecah 6m. Setelah beberapa tahun, organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila makanan di umbi mencukupi dan kitarannya cukup, bunga majemuknya akan muncul. Apabila jumlah makanan kurang daunnya tumbuh kembali. Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh selundang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina matang terlebih dahulu, lalu diikuti matangnya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah pendebungaan diri.
Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74m pada tahun 2003. Pada 20 Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91m di Kebun Botani dan Hewan Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman. Namun demikian, Kebun Raya Cibodas, Indonesia mendakwa bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17m, lebar mahkota 1,54 meter pada tanggal 11 Mei 2007. Bunga Bangkai itu diketahui mekar total pada Kamis dinihari, sekitar pukul 01:30 WIB. Bunga akan mekar untuk sekitar seminggu, kemudian layu. Apabila buah terbentuk, akan terbentuk buah-buahan berwarna merah dengan biji di pada bagian bekas pangkal bunga. Biji benih ini dapat ditanam. Setelah bunga masak, seluruh bahagian generatif layu. Pada saat itu umbi mengempis dan dorman. Apabila mendapat cukup air, akan tumbuh tunas daun dan dimulailah fasa vegetatif kembali. Sebelumnya, pada tahun 2000 di Kebun Raya Bogor (KRB) bunga yang sama juga diketahui mekar total dengan ketinggian 2,90 meter. Memang pernah dilaporkan ada bunga yang mekar mencapai ketinggian 3,30 meter, namun karena tidak diketahui lokasinya dan tidak tercatat, maka laporan itu masih diragukan.

Sumber : Wikipedia,Antara,Kompas cybermedia

Wisata

Begitu memasuki gerbang utama yang dijaga oleh dua patung Ganesha, dewa kebijaksanaan Hindu, pengunjung bisa memilih empat rute yang ditawarkan di kebun seluas 87 hektare itu. Memasuki rute satu, kita akan menyusuri Jalan Kenari, sesuai jenis pohon bernama latin Canarium commune yang banyak tumbuh di kawasan itu. Pohon ini ditanam Johannes Elias Teysmann pada 1832, penata taman dari Belanda yang saat itu menjabat kurator pertama Kebun Raya Bogor. Di persimpangan pepohonan besar dari jenis angsana atau sono kembang, terdapat Tugu Lady Raffles, isteri Thomas Stamford Rraffles, Gubernur Jawa pada 1811-1816. Tugu ini dibuat Raffles sebagai peringatan atas meninggalnya Lady Olivia Mariamne Raffles pada 1814, akibat penyakit malaria. Di rute ini pengunjung dapat melihat megahnya Istana Bogor dikelilingi Kolam Gunting yang dipenuhi bunga teratai. Di seberang kolam ada pohon tertua di Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 1823. Yakni, pohon leci atau Litchi chinenis yang khusus didatangkan dari China.

Selain ditumbuhi ribuan species tanaman baik dalam maupun luar negeri, Kebun Raya juga merupakan “pulau” tempat berlindung bagi beraneka burung di tengah kota yang berkembang pesat, Tercatat lebih dari 50 jenis burung ada di sini, seperi kepodang, walik kembang, kutilang, kucica, kowak, kuntul, dan cinenen kelabu. Seperti yang terlihat sore itu, puluhan kuntul berseliweran di atas pohon yang tumbuh di tengah kolam, dengan suaranya yang khas.

Keindahan kebun yang terletak di Jl H Juanda ini tidak saja dikenal di Indonesia, tapi juga tersohor hingga seluruh dunia. Tak heran jika banyak wisatawan dari mancanegara terlihat berlalu lalang sambil mengamati berbagai jenis tanaman langka yang banyak terdapat di sini. Penulis sempat bertemu wartawan televisi dari Taiwan, kedatangannya ini untuk mengabadikan aneka pohon raksasa berusia ratusan tahun. Namun, dia mengaku agak kecewa, karena kini banyak pohon langka yang tumbang.

Melanjutkan perjalanan memasuki rute kedua, selain akan menemui rimbunan pohon pandan, palem, dan beberapa kolam dengan aneka tanaman air. Pemandangan yang sangat indah bisa ditemui di Cafe Botanicus yang dikelilingi padang rumput dan kolam besar berhiaskan tanaman teratai. Di tempat inilah pengunjung banyak yang memanfaatkannya untuk beristirahat atau bersantai. Berbaring beralaskan rumput atau menikmati bekal makanan bersama keluarga.

Jika Anda merupakan penggemar pohon jenis paku-pakuan, maka rute ketiga merupakan surganya jenis ini. Di sana ada Taman Meksiko, bagian hutan alam yang dipenuhi koleksi paku-pakuan, rempah-rempah, palem dan kalong buah.
Bagi penggemar anggrek, di rute keempat Kebun Raya Bogor juga menyimpan banyak koleksi yang bernilai tinggi. Tak heran jika pada 1977, Siti Hartinah, isteri mantan Presiden Soeharto mendanai pembuatan rumah kaca khusus untuk koleksi anggrek liar yang ada di Indonesia. Sayangnya, untuk memasukinya harus ada izin khusus dan membeli karcis terlebih dahulu.

Saking luasnya, agar bisa puas mengelilinginya lebih baik kita datang saat kebun ini dibuka, yakni pukul 08.00-17.00 dengan membayar karcis Rp 3.500 per orang. Dan, jangan lupa membawa bekal makanan serta menggenakan alas kaki yang nyaman.

Keberadaan kebun ini berawal dari keinginan Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jawa pada 1811-1816, untuk membentuk Kebun Istana yang ditempatinya menjadi taman bergaya Inggris. Dua penata taman dari Kebun Raya Kew di London, Inggris sengaja didatangkannya. Penataan demi penataan pun dilakukan demi mewujudkan impian akan taman yang indah.

Apa yang diimpikan Raffles akhirnya berhasil diwujudkan Casper Georg Carl Reinwardt yang sekaligus dinobatkan sebagai pendiri Lands Plantentuin, nama yang diberikan bangsa Belanda untuk Kebun Raya. Reinwardt adalah orang Jerman yang yang pindah ke Amsterdam dan mempelajari ilmu pasti alam, dengan spesialisi botani dan ilmu kimia.

Reindwardt pun memutuskan mengumpulkan seluruh tumbuh-tumbuhan ini dalam suatu kebun botani di Bogor, yang pada waktu itu disebut Buitenzorg, yang berarti tanpa pemeliharaan atau perawatan. Hal ini juga memberikan kesempatan baginya untuk mengoleksi tumbuhan dan biji-bijian dari berbagai wilayah di semenanjung Malaya. Kebun Raya inilah yang pada akhirnya menjadikan Bogor sebagai pusat pengembangan pertanian hortikultura di Indonesia.

Barulah pada 1817, lahan seluas 47 hektare yang berbatasan dengan istana Gubernur Belanda itu ditetapkan menjadi Kebun Raya . Reinwardt adalah direktur pertama (1817-1822). Pada 1830, penata taman dari Belanda Johannes Elias Teysmann menjadi kurator kebun raya dan menghabiskan waktu lebih dari 50 tahun untuk mengembangkan kebun ini.

Museum Zoologi

Museum Zoologi Bogor. Adalah sebuah bangunan museum yang tepatnya di dirikan pada bulan Agustus 1894 oleh Dr. J.C. Koningsberger yang bertujuang untuk mengumpulkan fauna atau berbagai binatang yang di awetkan. terletak di Jalan Ir. H.Juanda No.9 , Bogor, Jawa Barat dengan luas ruang 1.500m2 yang sampai sekarang sudah hampir 2.000 jenis binatang yang sudah disajikan sekitar 75 kotak dan 60 vitrine.

Hewan Museum Zeologi

Bagian Dalam Museum Zeologi

Binatang Di Awetkan

Kerangka Paus Biru
Koleksi binatang-binatang yang sudah diawetkan di museum zoologi ini terdiri dari berbagai macam binatang yang ada di indonesia, selain itu juga terdapat kerangka ikan paus Biru (Balanoptera musculus) yang terbesar di Indonesia.

Jika anda berniat ke museum zoologi bogor ini, anda bisa memprekdisikan lama waktu perjalanan dengan jarak dari beberapa lokasi seperti.

Jarak tempuh dari Bandar Udara : 70 km
Jarak tempuh dari pelabuhan : 50 km
Jarak tempuh dari terminal : 3 km (terminal bis Bogor, Baranangsiang)
Jarak dari stasiun KA : 3 km (stasiun KA Bogor)

Sementara untuk harga tiket masuk sekira Rp. 1.000 (seribu rupiah) untuk anak-anak dan dewasa dan rombongan.

Itulah sedikit review mengenai “Museum Zoologi Bogor” jangan lupa jika anda berkunjung ke museum zoologi mampirlah ke festival museum nusantara taman mini indonesia indah.

Pembibitan

A. Seleksi dan Bank Biji
1. Seleksi

Unit seleksi lebih difokukskan pada pengembangan jenis-jenis terpilih, terutama dari jenis suku Araceae. Nepenthaceae dan jenis-jenis paku. Dari data inventarisasi jenis-jenis yang ada di unit seleksi adalah sebagai sebagai berikut : Suku Araceae terdiri atas 19 marga, 39 jenis dan 730 spesimen; Suku Nepentheceae terdiri atas 11 marga, 11 jenis; paku-pakuan terdiri atas 24 suku, 46 marga, dan sekitar 200 jenis. Target yang diharapkan dalam unit seleksi adalah hibridisasi.

2. Bank Biji

Kegiatan di Unit Bank Biji pada tahun 2008 telah melayani berbagai permintaan baik dari dalam negeri, luar negeri, maupun dari perseorangan. selain biji, unit Bank Biji juga melayani permintaan material lainnya seperti rimpang, daun, kulit, bunga, buah, dan herbarium untuk kebutuhan penelitian dan lain sebagainya.

B. Pembibitan Adapun kegiatan yang dilakukan oleh unit Pembibitan yaitu sebagai berikut :

  1. Penerimaan Material Tanaman
    • Penerimaan Material Tanaman Hasil Eksplorasi
    • Penerimaan Material Tanaman dari Instansu lain atau Perorangan
  2. Pengeluaran Material Tanaman
    • Untuk di Tanam di Kebun Raya Bogor
    • Untuk di Tanam di Ecopark, Cibinong
  3. Inventarisasi

C. Peningkatan SDM

Meningkatkan kemampuan pegawai di Sub Bidang Seleksi dan Pembibitan terus diupayakan terutama bagi generasi muda. Pada tahun 2008 2 orang teknisi dari unit seleksi dan pembibitan bawah dicangkokan di Bidang Botani Puslit Biologi untuk belajar tentang identifikasi tumbuhan, yaitu : Wisnu Handoyo Arida dan Daden Sukarta.

D. Program Database

Program database koleksi yang ada di Sub Bidang Seleksi dan Pembibitan telah dimulai sejak tahun 2007. program ini dimaksudkan untuk mengetahui alur keluar masuk koleksi yang ada di pembibitan, selain itu untuk mengetahui dengan pasti jumlah yang tersedia di pembibitan.

E. Perbaikan Sarana dan Prasarana Pembibitan
Renovasi sarana dan prasarana yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Rumah Kaca persemaian di unit pembibitan :
    • Pemasangan sprinkle pada bak-bak pasir
    • Pemasangan sprinkle di koleksi Begonia
    • Penggantian media pasir
  2. Renovasi kantor di pembibitan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.